Minggu, 19 Februari 2012

Perjuangan Seorang Penjual Mainan

Tingkat pengangguran di Indonesia semakin bertambah, minimnya lapangan kerja membuat sebagian orang susah untuk mencari pekerjaan. Kali ini aku mengangkat kisah seorang penjual mainan keliling, yaitu Bapak Basuki. Susahnya dalam mencari pekerjaan yang layak membuat Bapak Basuki harus berusaha menafkahi keluarganya yaitu dengan berjualan mainan keliling.


Setiap hari ia berkeliling menjajakan mainan-mainan anak, seperti balon dan gelembung sabun. Terkadang Pak Basuki ini juga mangkal  di berbagai tempat seperti di kawasan GOR, di Gebog, bahkan jika ada acara kondangan seperti acara pernikahan atau sebagainya. 


Bapak  Basuki mempunyai empat anak, kedua anaknya bersekolah di bangku SMK sedangkan satu anaknya lagi masih duduk di bangku Sekolah Dasar dan yang terakhir masih berumur 3 tahun. Sungguh berat beban Bapak berusia 50 tahun ini, dengan penghasilan yang tak menentu yaitu hanya sekitar Rp. 25.000 per harinya ia rela bekerja keras demi istri dan ke-empat anaknya itu.


Pak Basuki biasa berangkat dari rumahnya di Wergu Wetan, pada jam 9 pagi hingga jam 4 sore, bahkan terkadang hingga malam menjelang Bapak Basuki masih berkeliling menjual mainan anak-anak. Beban berat yang harus di tanggungnya sebagai kepala keluarga untuk kehidupan dan masa depan anak-anaknya.

"Yang penting anak dan istri bisa makan, dan anak anakku semua bisa bersekolah setinggi tingginya", kata Pak Basuki. Sungguh aku sangat terinspirasi dengan semangatnya dalam bekerja keras tanpa lelah. Dan membuatku tetap bersyukur kepada tuhan yang masih memberiku kenikmatan di dunia ini.

1 komentar: